Tuesday, March 24, 2020

Mengenal Lebih Dekat dengan Penyakit Myasthenia Gravis dan Faktor Pemicunya

Posted by Indra Ramadhan on 6:49 AM with No comments

Mengalami sakit tentu adalah sesuatu yang sangat dihindari oleh manusia di belahan bumi manapun. Meskipun kondisi sakit tidak bisa memilih siapa tuannya, tentunya masih bisa dicegah dengan senantiasa melakukan gaya hidup sehat, seperti berolahraga, mengkonsumsi makanan yang bergizi baik dan seimbang, menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan, dan masih banyak lagi. Sehingga kita bisa terhindar dari berbagai resiko terkena penyakit berbahaya. Berbicara tentang penyakit berbahaya, myasthenia gravis merupakan salah satu penyakit yang cukup diwaspadai.

Bagi yang belum tahu, penyakit yang satu ini merupakan jenis penyakit autoimun, yaitu penyakit yang terjadi karena sistem kekebalan tubuh (sistem imun tubuh) menyerang sel-sel dan jaringan sehat pada tubuh itu manusia itu sendiri, bukan dikarenakan oleh zat asing dari luar tubuh. Dan untuk kasus penyakit ini, bagian tubuh yang diserang adalah reseptor asetikolin pada sambungan otot kerangka. Sehingga seseorang yang menderita penyakit ini terganggu komunikasi antara saraf dan ototnya dan menyebabkan kemampuan bergerak berkurang.

Penyakit ini umumnya kerap menyerang pada orang-orang berusia paruh baya. Untuk wanita, penyakit ini bisa menyerang pada usia di bawah 40 tahun, sedangkan pada pria di usia setelah 60 tahun. Gejala yang nampak pada mereka yang menderita penyakit ini, antara lain:

  • Kesulitan berbicara.
  • Sulit menelan, sehingga sering tersedak.
  • Sulit mengunyah makan akibat otot-otot yang berperan dalam membantu mengunyah sudah mulai melemah.
  • Otot wajah melemah, sehingga terlihat seperti lumpuh di area wajah.
  • Sulit bernapas karena otot-otot dinding dada yang melemah.
  • Suara menjadi serak.
  • Penglihatan ganda (diplopia).
  • Kelopak mata terkulai.
Gejala-gejala yang terjadi pada masing-masing penderita bisa saja berbeda-beda. Jika tidak segera di periksakan, tidak menutup kemungkinan jika gejala-gejala yang timbul akan semakin berkembang dan parah. Dan hal ini tentunya akan membuat aktivitas semakin terganggu karena semakin berkurang kemampuan bergeraknya. Untuk menghindari kondisi semakin serius, memeriksakan diri sesegera mungkin ke dokter sangat disarankan sekali. Dokter nanti akan memeriksa kondisi tubuh, seperti mengecek refleks tubuh, mencari titik kelemahan otot, memeriksa ketepatan pergerakan mata, hingga memeriksa fungsi motorik tubuh. Jika diperlukan, dokter juga akan melakukan beberapa tes lanjutan untuk mendiagnosis penyakit yang diderita, seperti dengan melakukan CT Scan, tes stimulasi saraf berulang, tes darah, dan uji tension.

Untuk kemungkinan seseorang bisa terkena penyakit ini bisa dikarenakan berbagai faktor berikut ini:

  • Seseorang dengan orang tua yang pernah mengidap penyakit ini.
  • Menderita penyakit menular.
  • Mengalami kondisi kelenjar thymus yang tidak mengecil, tak seperti normalnya orang dewasa.
  • Sedang menjalani pengobatan untuk penyakit jantung atau tekanan darah tinggi.
Untuk penanganan pada penyakit ini bisa berbeda-beda pada masing-masing penderita. Dimana disesuaikan dengan usia, tingkat keparahan, dan kondisi tubuh penderita secara keseluruhan. Untuk tindakan pengobatan yang kerap diberikan untuk mengatasi penyakit ini adalah dengan pemberian obat yang mampu mengatasi berbagai gejala yang timbul pada penderita. Jenis-jenis obat yang digunakan, antara lain:

  • Obat penghambat kolinesterase, untuk membantu meningkatkan kekuatan dan pergerakan otot.
  • Kortikosteroid, seperti prednisone untuk menghambat sistem kekebalan tubuh memproduksi antibodi.
  • Immunoglobulin (IVIG), yaitu antibodi normal yang diberikan melalui infus untuk mengembalikan sistem imun tubuh.
  • Antibody monoclonal, seperti rituximab, yaitu obat yang digunakan untuk meredakan gejala penyakit myasthenia gravis yang diberikan melalui infus.

0 comments:

Post a Comment