Sunday, July 28, 2019

Wajib Tahu, Anafilaksis Ternyata Bisa Megancam Jiwa Manusia

Posted by Indra on 3:44 AM with No comments

Anafilaksis adalah suatu reaksi alergi berat yang terjadi secara tiba-tiba dan dapat menyebabkan kematian. Anafilaksis biasanya ditunjukkan dengan beberapa gejala termasuk di antaranya ruam gatal, pembengkakan tenggorokan, dispnea, muntah, kepala terasa ringan, dan tekanan darah rendah.

Gejala-gejala itu bisa disebabkan karena korban terkena atau terpapar alergen atau zat apa pun yang dapat menjadi penyebab terjadinya reaksi alergi dalam tubuh penderita. Reaksi anafilaksis terjadi ketika sistem imun tubuh merespons alergen yang dianggap berbahaya secara berlebihan, sehingga mengakibatkan tekanan darah turun tiba-tiba (syok).

Beberapa alergen yang dapat memicu reaksi syok anafilaktik, di antaranya adalah:

  • Makanan, seperti hidangan laut, telur, susu, kacang-kacangan atau buah-buahan.
  • Sengatan serangga, seperti lebah atau tawon.
  • Obat-obatan tertentu, seperti obat antiinflamasi nonsteroid, antibiotik dan obat bius.
  • Lain-lain, misalnya menghirup debu lateks.
Selain itu terdapat juga faktor lain yang bisa memperparah reaksi anafilaksis atau biasa disebut syok anafilaktik seperti asama dan alergi, serta riwayat syok anafilaktik sebelumnya, baik pada pasien sendiri ataupun anggota keluarga yang lain.

reaksi anafilaksis bisa terjadi pada satu dari 50 orang yang memiliki alergi. Reaksi ini kadang datang tanpa peringatan, jadi alangkah baiknya tahu juga pertolongan pertama yang harus dilakukan saat terjadi reaksi anafilaksis.

1. Reaksi cepat
Gejala anafilaksis mungkin berupa gejala ringan seperti pilek, ruam kulit atau ‘perasaan aneh’. Namun, hal ini bisa dengan cepat berubah menjadi hal mengkhawatirkan seperti sesak napas, gatal-gatal, mual, muntah, hingga serangan jantung. Saat gejala ringan mulai muncul, segera cari pertolongan terhadap alergi tersebut.

2. Longgarkan pakaian
Saat reaksi alergi terjadi, dan penderita terlihat sangat lemas, segera longgarkan pakaian. Bila muntah atau perdarahan dari mulut, usahakan tidak sampai membuat penderita tersedak. Dokter mungkin juga sudah membekali penderita alergi ini dengan obat tertentu. Mengetahui cara pemakaiannya akan sangat membantu penderita.

3. Minta bantuan
Setelah memastikan jalan napas penderita tetap terbuka, segera minta bantuan ambulance atau segera membawa penderita ke rumah sakit untuk mendapat penanganan yang tepat.

Namun jika sudah terlanjur terkena reaksi anafilaksis atau syok anafilaktik maka harus segera dilakukan pengobatan. Syok anafilatik merupakan keadaan gawat darurat yang membutuhkan penanganan segera. Bila menemukan pasien terduga syok anafilaktik segera hubungi bantuan medis. Pastikan untuk memindahkan sumber alergi, namun yang perlu diingat dan yang paling penting adalah sebelum memberikan pertolongan lanjutan kepada penderita segera baringkan pasien di permukaan yang rata sehingga kepala dan tungkai menjadi satu garis lurus, atau tungkai diangkat sehingga posisi kepala lebih rendah dari tungkai.

Suntikan epinephrine atau adrenalin auto-injector (epipen) di paha atau lengan atas, jika Anda memilikinya. Ulangi suntikan setiap 5-15 menit sampai gejala membaik atau sampai bantuan medis datang.

Bila perlu, lakukan tindakan resusitasi jantung paru atau cardiopulmonary rescucitation (CPR). Hal ini dilakukan bila terjadi henti jantung atau henti napas. Pastikan Anda tidak sendiri dalam menangani kasus syok anafilaktik. Setelah ada bantuan medis, dokter dan perawat akan menanyakan apa saja yang telah Anda lakukan.

Reaksi anafilaktis sulit untuk dicegah bila Anda tidak mengetahui bahwa Anda memiliki alergi terhadap zat tertentu, karena pencegahan terbaik untuk mencegah syok anafilaktik adalah menghindari alergen tersebut. Dengan membaca label keterangan pada kemasan makanan, menghindari gigitan serangga, atau mengonsumsi antibiotik jenis lain yang tidak menyebabkan alergi, Anda dapat terhindar dari reaksi alergi dan syok anafilaktik.

Categories:

0 comments:

Post a Comment